Blog EntrySains Membuktikan Kebenaran Ayat Al-Qur'an Aug 27, '07 6:05 AM
for everyone
Seorang guru besar/ahli bedah kenamaan Prancis,Prof.Dr.Maurice Bucaille, masuk islam secara diam-diam. Sebelumnya, ia membaca dalam Al-Quran, bahwa Fir'aun itu mati karena tenggelam di laut(dengan shock yang berat) dan jasadnya oleh Allah di selamatkan(Yunus:92). Dicarinya mumi Fir'aun itu;dan setelah ketemu, dilakukannya bedah mayat. Hasilnya membuat terheran-heran, karena sel-sel syaraf Fir'aun menunjukkan bahwa kematiannya benar akibat tenggelam di laut dengan shock yang hebat. Menemukan bukti ini, ia yakin kalau Al-Qur'an itu wahyu Allah. Prof.Dr.Maurice Bucaille mengatakan bahwa semua ayat-ayat Al-Qur'an masuk akal dan mendorong sains untuk maju. Ia pun lantas masuk islam.

Lain lagi halnya yang dialami oleh Jacques Yves Costeau. Ia adalah seorang ahli kelautan(oceanografer) dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Mr.Costeau sepanjang hidupnya menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia, dan membuat film dokumenter tentang keindahan alam bawah laut untuk ditonton jutaan pemirsa di seluruh dunia melalui acara "Discovery".
Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, ia menemukan fenomena yang sangat ganjil, yaitu adanya air tawar di tengah lautan yang tidak bercampur dengan air laut seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya. Apa yang  disaksikannya ini benar-benar kejutan besar selama kariernya yang panjang di kelautan. Bagaimana mungkin hal ini dapat terjadi ?
Pertanyaan ini menghantui  hidupnya, sampai akhirnya ia bertemu seorang profesor yang kebetulan Muslim. Profesor yang Muslim ini menyampaikan kepadanya bahwa  fenomena ganjil tersebut  sebenarnya sudah diinformasikan oleh Al-Qur'an empat belas abad yang lalu,  yaitu pada surat Al-Furqan  ayat  53 ; "Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi" serta pada surat Ar-Rahman ayat 19-20. Mendengar hal ini Mr.Costeau terkejut, bagaimana mungkin Muhammad yang hidup di abad ketujuh, yaitu di suatu zaman dimana pasti belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh di kedalaman samudera , mengetahui akan hal ini, ia pun  akhirnya berkesimpulan,  bahwa Al-Qur'an mustahil buatan Muhammad, pastilah Al-Qur'an itu buatan Tuhan yang menciptakan langit dan bumi ini !   Dan akhirnya  ia pun memutuskan menjadi seorang Muslim.

Ir.RHA.Syahirul Alim Msc dalam bukunya "Menuju Persaksian", menjelaskan tentang beberapa penemuan ilmu pengetahuan yang menakjubkan, yang sebenarnya telah disiratkan dalam Al-Qur'an;  yaitu antara lain : 

KEADAAN BAGIAN DALAM BUMI.
Bumi yang kita tempati ini, adalah suatu planet yang kurang lebih berbentuk bola raksasa. Bagian luar dari bola bumi yang berupa tanah dan batuan mempunyai rapat kira-kira 3 gram/cc. Makin jauh ke dalam bumi ternyata makin besar rapaynya dan makin tinggi pula temperaturnya. Pada kira-kira 50 km dari permukaan bumi maka temperaturnya mencapai kira-kira 1500 derajat Celcius, dan rapatnya kira-kira 3,5 gram/cc. Pada jarak kira-kira 3000 km ke dalam bumi rapatnya akan mencapai nilai 9,7 gram/cc dan suhunya kira-kira 5000 derajat Celcius.  Bagian ini disebut teras bumi. Di pusat  bumi rapatnya akan naik lagi sehingga mencapai kira-kira 13 gram/cc dan suhunya ditaksir kira-kira 7000 derajat Celcius.  Bagaimana halnya jika  pada  suatu ketika bumi  berkesempatan memuntahkan isinya yang berat dan panas itu ?
Ia akan mengejutkan seluruh umat manusia, dan akan mengakibatkan kehancuran serta kemusnahan semua kehidupan di muka bumi. Dan ini berarti hari akhir bagi semua umat manusia. Allah memberitahukan peristiwa yang akan terjadi pada hari kiamat itu;
"Jika bumi di goncangkan dengan sehebat-hebatnya dan bumi mengeluarkan isi-isinya yang berat"
Al-Zalzalah(99):1-2
"Dan jika bumi diulurkan (dikembangkan) dan bumi memuntahkan isi-isinya dan kosonglah ia"
Al-Insyiqaaq(84):3-4
Firman-firman di atas sesuai sekali dengan apa yang telah di ketahui oleh manusia sekarang ini tentang isi (bagian dalam) bumi, seperti diterangkan di atas.

PASANG-PASANGAN DALAM BUMI.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal adanya pasang-pasangan. Jantan dan betina, siang dan malam, dan lain-lain.
Pasang-pasangan seperti itu bersifat saling melengkapi dan mengakibatkan timbulnya keharmonisan dalam alam ini. Dalam menyelidikan manusia tentang zarah elementer yang merupakan batu penyusun dari benda-benda, ternyata juga dijumpai adanya pasang-pasangan. Menurut fisika atom atau fisika inti, telah diketemukan pasang-pasangan yang sangat menggemparkan para ahli, seperti elektron dan positron, proton dan anti proton, neutron dan anti neutron dan berbagai-bagai zarah dan anti zarah lainnya. Dengan demikian terbukalah kemungkinan adanya anti materi di samping materi yang biasa, atau adanya anti atom disamping atom-atom yang biasa.
Kesemuanya itu menguatkan (membenarkan) apa yang telah difirmankan dalam Al-Qur'an;
Maha suci Tuhan yang telah menjadikan semua pasang-pasangan dari yang ditumbuhkan bumi, dan dari diri mereka sendiri serta dari hal-hal yang tidak mereka ketahui. Yaasiin (36):36
Lebih tegas lagi Allah berfirman:
Dan dari segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, mudah-mudahan kamu ingat. Adz-Dzaariyaat(51):49.

WAKTU ADALAH RELATIF.
Pada tahun 1905 seorang sarjana fisika, Albert Einstein, telah mengejutkan sarjana-sarjana fisika lainnya di seluruh dunia dengan sebuah teori relativitas. Teori ini merupakan pemecahan terhadap berbagai-bagai persoalan penting yang dihadapi ahli fisika dalam abad 20 ini. Dengan teori ini orang mengetahui tentang kesetaraan massa dan tenaga, yang merupakan dasar dalam perhitungan tenaga nuklir; dan juga orang mengetahui bahwa besarnya massa, ukuran panjang, dan waktu adalah relatif, tergantung pada kecepatan sistemnya. Pengaruh kecepatan ini akan sangat terasa sekali bila sangat tinggi mendekati kecepatan cahaya. Menurut teori relativitas, kecepatan cahaya dalam hampa (300.000 km per detik) adalah kecepatan maksimum yang tak dapat dilampaui oleh materi. Massa suatu benda akan bertambah besar bila kecepatan makin tinggi, sedangkan ukuran panjangnya akan menyusut, dan waktu akan bertambah lambat.
Jadi, satu jam bagi sistem yang bergerak sangat cepat terhadap kita, mungkin sama dengan satu hari, atau satu bulan, atau pun satu tahun menurut ukuran kita. Relativitas seperti itu sesuai dan dapat dipahamkan dengan firman Allah sebagai berikut ;
Tuhan menyelenggarakan urusan dari langit ke bumi, kemudian urusan itu naik kepada Nya dalam sehari yang ukurannya seribu tahun menurut perhitunganmu. As-Sajdah (32);5    Dan,
Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu. Al-Hajj(22);47.


Prof.Dr.M.Quraish Shihab dalam bukunya "Mukjizat Al-Qur'an" memaparkan antara lain hal-hal sebagai berikut :


GUNUNG BERJALAN.

Dalam Al-Qur'an surat An-Naml ayat 88 Allah berfirman :
Kamu lihat gunung-gunung, kamu sangka ia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagaimana jalannya awan. Begitulah perbuatan Allah, yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Dari hasil rekaman satelit diperoleh bukti bahwa Jazirah Arab beserta gunung-gunungnya bergerak mendekati Iran beberapa sentimeter setiap tahunnya(!). Sebelumnya sekitar lima juta tahun  yang lalu, Jazirah Arab  bergerak memisahkan diri dari Afrika dan membentuk Laut Merah. Sekitar daerah Somalia sepanjang pantai timur ke selatan saat ini berada proses pemisahan yang lamban dan telah membentuk "Lembah Belah" yang membujur ke selatan melalui deretan danau Afrika.

 








Blog EntrySayap-sayap Patah Sang Nabi Aug 16, '07 9:04 AM
for everyone
"Selalu berikan yang terindah untuk persahabatan, jika dia harus tahu musim surutmu biarkanlah dia mengenal pula musim pasangmu.  Sebab apa makna persahabatan jika sekadar mengisi waktu senggang ?  Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu."

"Hidup memang kegelapan. jika tanpa hasrat dan keinginan.
Dan semua hasrat-keinginan adalah buta, jika tidak  disertai pengetahuan. 
Dan segala pengetahuan adalah hampa, jika tidak diikuti pekerjaan.
Dan setiap pekerjaan akan sia-sia , jika tidak disertai cinta."

"Manusia itu tidak  terkurung dalam raga, tidak pula terikat pada rumah tinggal dan sawah ladang...  Ia bukanlah yang merangkak mencari kehangatan matahari, bukan pula penggali terowongan untuk mencari perlindungan. Ia tak lain adalah ruh yang merdeka-jiwa yang meliputi dunia."

"Orang-orang berkata, jika ada yang dapat memahami dirinya sendiri, ia akan dapat memahami semua orang. Tapi aku berkata, jika ada yang mencintai orang lain,  ia dapat mempelajari sesuatu tentang dirinya sendiri."

"Cinta takkan memberikan apa-apa pada kalian, kecuali keseluruhan dirinya, dan ia pun tidak akan mengambil apa-apa dari kalian, kecuali dari dirinya sendiri. Cinta tidak memiliki atau dimiliki, karena cinta telah cukup untuk cinta."

"Apabila kemanusiaan dimaksudkan untuk  memimpin arak-arakan cinta menuju dasar alasan ketaksetiaan, maka di sana cinta akan menolak untuk patuh.
Cinta adalah seekor burung jelita, yang berharap untuk ditangkap, namun menolak untuk disakiti."

"Jika hendak memahami seorang wanita, perhatikanlah mulutnya selagi tersenyum; tapi untuk memahami seorang pria, perhatikan warna putih matanya selagi marah."












© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help